Bacaan Alkitab Sore 17 Desember 2014: Amsal 12:20-28
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. (Amsal 12:24).
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Petrus 1-2
Cukup
banyak orang mengidap “penyakit” ini: suka menunda-nunda. Niat hati mau
rajin, namun lalu kompromi dengan kemalasan. Seorang bawahan, misalnya,
diberi tugas mengerjakan suatu proyek selama tiga hari. Tugas yang
relatif mudah dan, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti
hasilnya bagus. Namun, bawahan tadi malah asyik main game dan baru mengerjakan tugasnya secara lembur pada hari terakhir. Hasilnya jadi tidak memuaskan, dan ia dimarahi pemimpin.
Firman
Tuhan banyak membahas tentang kemalasan dan dampaknya. Kita tak bisa
mencegah rasa malas menyerang, namun kita dapat menolak atau
berkompromi. Kalau kita kompromi, apa yang orang lain percayakan atau
apa yang harus kita kerjakan jadi tertunda atau bahkan gagal. Bukan
karena tugas itu sulit atau waktu yang diberikan kurang, namun karena
kita sendiri yang bermasalah. Kita mungkin dihukum karena kemalasan
tersebut merugikan beberapa pihak. Kita tidak menghargai berkat yang
Tuhan berikan. Kalau kita rajin, orang akan memberi kita kepercayaan
(ay. 24). Sebaliknya, orang malas tidak akan menangkap buruan alias
tidak mendapatkan hasil, karena rezekinya diambil orang yang rajin (ay.
27).
Banyak
alasan untuk kita malas dan akhirnya menunda, namun jangan pernah
kompromi dengan kemalasan. Tuhan sudah menyediakan rezeki untuk kita,
namun kita perlu rajin mengupayakannya. Mari kita berjuang untuk menjadi
pribadi yang rajin sehingga Tuhan dan sesama senang dengan kinerja kita
dan kita sendiri menuai hasil yang memuaskan.
KEMALASAN MENDATANGKAN KERUGIAN,
KERAJINAN MENGUNDANG BERKAT
sumber: http://www.renunganharian.net/2014/58-desember/1247-dampak-kemalasan.html
KERAJINAN MENGUNDANG BERKAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar