Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

AKHIR KONTRAK

Bacaan Alkitab Sore 31 Desember 2014: Mazmur 39
Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! (Mazmur 39:5)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 21-22
Seorang teman saya enggan merayakan hari ulang tahun. “Setiap kali ulang tahun, aku selalu diingatkan bahwa sebenarnya umurku di dunia ini semakin pendek, bukan semakin panjang,” kilahnya. Baginya, Tuhan sudah menetapkan masa hidup seseorang di dunia ini. “Jadi, setiap bertambah umur, kita pun semakin dekat dengan akhir ‘masa kontrak’ kita di dunia ini.”

Selasa, 30 Desember 2014

MISTERI MASA DEPAN

Bacaan Alkitab Sore 30 Desember 2014: Yakobus 4:13-17
Sebenarnya kamu harus berkata, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4:15)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 19-20
Tak ada seorang pun yang tahu pasti apa yang akan terjadi nanti. Jangankan satu tahun, satu bulan, atau satu minggu ke depan. Hari esok, satu jam, bahkan untuk satu menit ke depan pun tak ada orang yang tahu pasti apa yang akan terjadi. Orang hanya bisa meramal, namun masa depan tetaplah misteri. Mengapa Tuhan tidak mengizinkan manusia memiliki kuasa untuk mengetahui masa depan?

Senin, 29 Desember 2014

MENERJANG BATAS

Bacaan Alkitab Sore 29 Desember 2014: Kejadian 2:1-17; 3:1-7
Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. (Kejadian 3:6)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 17-18
Tamak adalah kerakusan yang tak bertepi. Tentang hal ini, ada yang berpendapat bahwa tamak adalah sebuah sikap, bukan sifat. Perhatikan saja, tak ada orang yang terlahir dengan sifat bawaan tamak. Pergaulan hiduplah yang membuatnya tamak. Benarkah ini?

Minggu, 28 Desember 2014

KESEMPATAN KEDUA

Bacaan Alkitab Sore 28 Desember 2014: Keluaran 3:1-22
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir. (Keluaran 3:10)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 14-16
Odessa Moore mengunjungi rumah tahanan dan bertemu dengan seorang remaja yang akan menjalani sidang perdana karena kasus pembunuhan. “Ada seorang yang mengasihimu,” kata Odessa padanya. “Tidak mungkin. Tidak seorang pun,” jawab remaja itu. “Kau ada di sini karena pembunuhan, bukan?” tanya Odessa. Remaja itu mengangguk. “Tapi, bagaimana kalau seseorang datang ke sini dan berkata, ‘Aku tahu kau sudah membunuh, dan mereka akan menjatuhimu hukuman mati, tapi aku akan menggantikanmu.’ Bagaimana, kau suka itu?” tanya Odessa. “Kau pasti bercanda. Tapi, yah itu menyenangkan,” kata si remaja. Odessa lalu bercerita tentang Yesus dan menjelaskan perihal dosa, pertobatan, pengampunan, dan kebebasan dalam Kristus. Mendengarnya, si remaja menyambut kesempatan kedua untuk hidup bebas dari hukuman kekal.

Sabtu, 27 Desember 2014

KESALEHAN YANG TERUJI

Bacaan Alkitab Sore 27 Desember 2014: Ayub 1:1-5
Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. (Ayub 1:1)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 12-13
Nama yang disematkan pada seseorang kerap mengandung harapan orangtuanya. Anak yang diberi nama “Saleh” atau “Soleh”, misalnya, diharapkan kelak menjadi pribadi yang saleh. Apakah “strategi” ini selalu berhasil, dalam arti si anak benar-benar menjalani hidup yang saleh? Tidak juga. Menjalani hidup saleh tidaklah semudah memberi nama sekalipun disertai dengan harapan yang begitu tinggi.

Jumat, 26 Desember 2014

MAKNA NATAL

Bacaan Alkitab Sore 26 Desember 2014: Yohanes 1:1–13
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 9-11
Waktu umur 11 tahun, saya sangat ingin memiliki pohon Natal, namun Mama mencegahnya. “Kamu harus menghormati Papa,” kata Mama mengingatkan saya untuk bertoleransi. Kala itu Papa memang belum percaya. Saya sedih, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Guru Sekolah Minggu mengajak saya berdoa tentang hal itu. Dua hari sebelum Natal, seperti biasa Papa menjemput saya di sekolah. “Seorang teman Papa memberi kita pohon Natal karena ia telah membeli yang lebih besar. Kamu mau?” tanya Papa. Anda pasti tahu jawaban saya!

Kamis, 25 Desember 2014

MERAYAKAN PENGHARAPAN

Bacaan Alkitab Sore 25 Desember 2014: Yesaya 8:23-9:6
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 6-8
Selamat Hari Natal! Ucapan ini kerap terdengar pada masa Natal seperti ini. Apa yang kita rayakan? Kelahiran Yesus sebagai bayi? Atau merayakan Allah Bapa yang perkasa, yang mendatangkan pengharapan bagi umat manusia yang terancam maut dengan menyediakan pengampunan dosa?

Rabu, 24 Desember 2014

MALAM ITU JUGA

Bacaan Alkitab Sore 24 Desember 2014: Matius 2:13-23
Yusuf pun bangun, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. (Matius 2:14)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 3-5
Di sebuah acara televisi tentang kejadian-kejadian luar biasa, ditayangkan seseorang yang selamat dari terjangan kereta api karena, dalam sepersekian detik, ia sempat mengelak. Orang itu selamat karena bertindak pada saat yang tepat. Sedikit saja ia menunda gerakannya, bisa fatal akibatnya. Namun, tanpa disadari, tidak sedikit orang yang suka menunda sesuatu yang sebenarnya tidak boleh ditunda. Biasanya orang melakukan penundaan karena menganggap hal yang ditunda itu bukan masalah darurat.

Selasa, 23 Desember 2014

MENJAGA HATI

Bacaan Alkitab Sore 23 Desember 2014: Matius 1:18-25
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (Matius 1:19)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 1-2
Salah satu tokoh dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus adalah Yusuf. Dari keempat Injil, hanya Injil Matius yang memberikan deskripsi tentang suami Maria ini, yang digambarkan sebagai seseorang yang tulus hati.
Dalam kehidupan masyarakat Yahudi, tahap pertunangan sama pentingnya dengan pernikahan, namun pasangan yang bertunangan belum diperbolehkan melakukan hubungan suami-istri. Ketidaksetiaan semasa pertunangan dianggap zinah dan, jika masyarakat mengetahui, hukuman rajam sudah menanti. Buku Tafsiran Alkitab Masa Kini menyebutkan bahwa ketulusan hati Yusuf mendorongnya melakukan hal yang benar secara hukum, tanpa harus mempermalukan tunangannya. Ia berencana memberikan surat talak kepada Maria di depan dua orang saksi atau “menceraikannya dengan diam-diam” (ay. 19).

Senin, 22 Desember 2014

EMPAT PEREMPUAN

Bacaan Alkitab 22 Desember 2014: Matius 1:1-17
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Matius 1:17)
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Yohanes-Yudas
Perikop hari ini menyajikan daftar silsilah Yesus Kristus. Di situ ada empat nama perempuan yang segera menarik perhatian. Pertama, Tamar yang, demi menagih janji kepada mertuanya, tidur dengan ayah mertuanya (Kej. 38:1-30). Kedua, Rahab, pelacur yang menyembunyikan dua orang pengintai utusan Yosua di atap rumahnya (Yos. 2). Ketiga, Rut, perempuan asli Moab yang mengikuti Naomi, mertuanya, kembali tanah leluhurnya (Rut 1-4). Dan, yang terakhir adalah istri Uria alias Betsyeba, yang dinodai oleh Raja Daud (2 Sam. 11).

Minggu, 21 Desember 2014

BERANI KARENA BENAR

Bacaan Alkitab Sore 21 Desember 2014: Mazmur 35:17-28
Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN Allahku, supaya mereka jangan bersukacita atasku! (Mazmur 35:24)
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Yohanes 1-3
Kalau kita menjalani hidup ini dalam kebenaran, apakah dengan sendirinya perjalanan akan melenggang? Belum tentu. Kadang-kadang malah terjadi sebaliknya, kita difitnah orang atau digosipkan berbuat hal yang negatif. Bisa jadi kita tidak dapat menerima perlakuan seperti itu, marah, dan terjebak dalam permainan lawan. Lalu, bagaimana sebaiknya kita bersikap?

Sabtu, 20 Desember 2014

BAGIAN KITA: TAAT!

Bacaan Alkitab Sore 20 Desember 2014: Yohanes 2:1-11
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!" (Yohanes 2:5)
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Yohanes 1-3
Suatu hari Tuhan memberi tugas kepada seorang pria. Tuhan memperlihatkan bungkahan batu besar dan menyuruh pria itu mendorongnya dengan sekuat tenaga. Berbulan-bulan pria itu terus mendorong, tak sedikit pun batu itu bergeser. Lelah dan putus asa, pria itu protes, “Tuhan, aku sudah menggunakan segenap kekuatanku, tapi lihat, batu ini tak juga bergeser. Mengapa aku gagal?”

Jumat, 19 Desember 2014

DUA TAWA SARA

Bacaan Alkitab Sore 19 Desember 2014: Kejadian 18:1–15
Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? (Kejadian 18:14)
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Petrus 1-3
Di Alkitab, hanya dua orang yang tercatat pernah tertawa, yakni Abraham dan Sara, istrinya. Yang menarik, tawa pertama mereka terkesan meremehkan (atau menghina?) Allah yang berjanji memberi mereka anak. Abraham tertawa ketika Allah mengulangi janji itu (17:15-17), padahal saat pertama kali mendengarnya, ia percaya (15:4-6). Mengapa Abraham kemudian menjadi ragu? Bisa jadi, karena ia dan istrinya semakin tua. Juga, mungkin karena ada jarak waktu yang lama antara pengucapan kedua janji itu.

Kamis, 18 Desember 2014

TAK AKAN MENYERAH

Bacaan Alkitab Sore 18 Desember 2014: Mazmur 124
Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Mazmur 124:8)
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Petrus 3-5
Seorang anak mengerjakan tugas sekolah. Meskipun sudah mengerahkan segala daya, ia masih mengalami kesulitan. Melihat hal itu, ayahnya bertanya, “Apakah engkau sudah mengerahkan segala usahamu?” Anak itu menjawab, “Sudah, Ayah. Tetapi, tidak ada yang berhasil.” Ayahnya berkata, “Belum, kamu belum mengerahkan seluruh usahamu.” Anak itu berkata, “Sudah, Ayah.” Ayahnya berkata, “Belum semua. Engkau belum minta tolong pada Ayah.”

Rabu, 17 Desember 2014

DAMPAK KEMALASAN

Bacaan Alkitab Sore 17 Desember 2014: Amsal 12:20-28
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. (Amsal 12:24).
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Petrus 1-2
Cukup banyak orang mengidap “penyakit” ini: suka menunda-nunda. Niat hati mau rajin, namun lalu kompromi dengan kemalasan. Seorang bawahan, misalnya, diberi tugas mengerjakan suatu proyek selama tiga hari. Tugas yang relatif mudah dan, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti hasilnya bagus. Namun, bawahan tadi malah asyik main game dan baru mengerjakan tugasnya secara lembur pada hari terakhir. Hasilnya jadi tidak memuaskan, dan ia dimarahi pemimpin.

Selasa, 16 Desember 2014

BERANI MENGAKUI KELEMAHAN

Bacaan Alkitab Sore 16 Desember 2014: Roma 7:13-25
Aku, manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita! (Roma 7:24-25)
Bacaan Alkitab Setahun:  Yakobus 1-5
Dalam pidato pelepasan wisuda di Harvard, J.K. Rowling, ibu rumah tangga dan penulis laris seri Harry Potter, berkata, “Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih. Bukan hanya karena Harvard sudah memberi saya kehormatan luar biasa, tetapi terima kasih juga untuk minggu-minggu yang membuat saya ketakutan dan mual selama mempersiapkan pidato ini. Hal itu membuat berat badan saya turun. Sebuah situasi menang-menang, saya kira!” Hadirin yang tadinya serius jadi cair dan tertawa. Jarang sekali orang dengan jujur menyatakan kekurangannya dalam forum bergengsi itu. Sisanya, sepanjang pidato itu hadirin terpukau oleh kata-kata indahnya.

Senin, 15 Desember 2014

TELADAN ORANG MUDA

Bacaan Alkitab Sore 15 Desember 2014: 1 Timotius 4:11-16
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu. (1 Timotius 4:12)
Bacaan Alkitab Setahun: Ibrani 11-13
Ketika Basuki Tjahaya Purnama mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo, banyak orang meremehkannya. Ahok, begitu ia dikenal, termasuk dalam tiga kelompok “minoritas”: ia Tionghoa, Kristen, dan jujur. Apalagi, usianya masih terbilang muda. Ahok menepis semua rintangan dengan mengedepankan kinerja yang jujur, bersih, transparan, dan tegas. Hal ini tampak dalam ucapannya yang cenderung keras dan “tanpa tedeng aling-aling”.

Minggu, 14 Desember 2014

MENJADI DOMBA

Bacaan Alkitab Sore 14 Desember 2014: Mazmur 23
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)
Bacaan Alkitab Setahun: Ibrani 8-10
Jika kita ditanya tentang hewan yang paling perkasa, biasanya orang menjawab singa. Julukan ini tidaklah berlebihan karena singa memiliki tubuh yang kekar, cakar dan gigi yang tajam, dan auman yang menggetarkan. Kondisi ini terbalik 180 derajat jika dibandingkan dengan domba. Domba adalah hewan yang lemah dan tak memiliki mekanisme pertahanan diri untuk bertahan dari serangan musuh.

Sabtu, 13 Desember 2014

MISTERI ILAHI

Bacaan Alkitab Sore 13 Desember 2014: Pengkhotbah 3:7-12
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkhotbah 3:11)
Bacaan Alkitab Setahun: Ibrani 5-7
Dalam lagu yang dipopulerkan Ari Lasso dikatakan: S’gala yang terjadi dalam hidupku ini, hanyalah sebuah misteri ilahi. Tepat sekali. Dalam perjalanan hidup ini, ada banyak perkara yang sukar untuk kita pahami. Selain karena keterbatasan pikiran dan logika manusia, kecuali Allah memberikan pengertian atau menyingkapkannya, banyak hal akan tetap menjadi misteri sampai akhir hidup kita.

Jumat, 12 Desember 2014

MANUT

Bacaan Alkitab Sore 12 Desember 2014: Lukas 1:26-38
Kata Maria, "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:38)
Bacaan Alkitab Setahun: Ibrani 1-4
Dalam dongeng masa kecil, ada banyak cerita tentang anak yang tidak manut (patuh) pada nasihat orangtuanya, lalu memilih untuk berbuat semau-maunya sendiri. Bukan hanya anak kecil, anak yang sudah besar pun dapat bertindak seperti itu. Tak ayal ketika mereka memilih jalan menurut kemauan sendiri, ada konsekuensi yang mesti mereka tanggung.