Bacaan Alkitab Sore 26 Desember 2014: Yohanes 1:1–13
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9)
Bacaan Alkitab Setahun: Wahyu 9-11
Waktu
umur 11 tahun, saya sangat ingin memiliki pohon Natal, namun Mama
mencegahnya. “Kamu harus menghormati Papa,” kata Mama mengingatkan saya
untuk bertoleransi. Kala itu Papa memang belum percaya. Saya sedih,
tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Guru Sekolah Minggu mengajak saya
berdoa tentang hal itu. Dua hari sebelum Natal, seperti biasa Papa
menjemput saya di sekolah. “Seorang teman Papa memberi kita pohon Natal
karena ia telah membeli yang lebih besar. Kamu mau?” tanya Papa. Anda
pasti tahu jawaban saya!
Meski
tidak tercantum dalam Alkitab, pohon Natal menjadi salah satu hiasan
paling umum dalam perayaan Natal. Setiap kali melihatnya, saya selalu
teringat saat saya pertama kali memiliki pohon Natal. Bagi saya, pohon
cemara yang daunnya senantiasa hijau pada musim apa pun melambangkan
hidup kekal. Kerlap-kerlip cahaya di celah rantingnya melambangkan
berkas sinar di tengah kegelapan.
Yesus,
Terang yang sesungguhnya, datang untuk menerangi kegelapan dan
memberikan hidup kekal bagi mereka yang percaya. Inilah makna Natal yang
sesungguhnya. Pohon Natal atau aksesoris lainnya tidak mungkin
menggantikannya. Dalam menyambut Natal, kiranya aneka persiapan acara
dan kesibukan membuat dekorasi tidak menyita habis waktu kita. Ambillah
waktu untuk berdiam diri di hadapan Tuhan. Mohon Tuhan menyucikan
motivasi kita dan undanglah Dia untuk memenuhi hati kita dengan
Terang-Nya yang menyelamatkan. Kiranya perayaan Natal yang kita lakukan
dapat menjadi berkat.
NATAL AKAN LEBIH BERMAKNA
MANAKALA KITA MENJADI PEMBAWA BERITA NATAL
sumber: http://www.renunganharian.net/2014/58-desember/1256-makna-natal.html
MANAKALA KITA MENJADI PEMBAWA BERITA NATAL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar