Bacaan Alkitab 22 Desember 2014: Matius 1:1-17
Jadi
seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat
belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas
keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Matius 1:17)
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Yohanes-Yudas
Perikop
hari ini menyajikan daftar silsilah Yesus Kristus. Di situ ada empat
nama perempuan yang segera menarik perhatian. Pertama, Tamar yang, demi
menagih janji kepada mertuanya, tidur dengan ayah mertuanya (Kej.
38:1-30). Kedua, Rahab, pelacur yang menyembunyikan dua orang pengintai
utusan Yosua di atap rumahnya (Yos. 2). Ketiga, Rut, perempuan asli Moab
yang mengikuti Naomi, mertuanya, kembali tanah leluhurnya (Rut 1-4).
Dan, yang terakhir adalah istri Uria alias Betsyeba, yang dinodai oleh
Raja Daud (2 Sam. 11).
Dalam
pandangan masyarakat umum, keempat perempuan itu bukan termasuk orang
yang memiliki latar belakang masa lalu yang “bersih”. Tetapi, mengapa
justru mereka berempat tercantum dalam daftar silsilah Yesus Kristus?
Tamar,
Rahab, Rut, istri Uria mewakili perempuan yang dirangkul Allah dan
ditempatkan dalam rencana besar-Nya, yaitu rencana penebusan melalui
Yesus Kristus (ay. 17), tanpa mempersoalkan masa lalu mereka. Allah
mengetahui bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan untuk diterima dan
diakui secara apa adanya. Allah tidak mengenal pepatah “sekali lancung
ke ujian seumur hidup tidak dipercaya”. Jejak rekam kehidupan seseorang
memang penting, namun hal itu bukan alat ukur mutlak yang justru sering
kali melahirkan penolakan, penyingkiran, dan pemisahan di antara sesama
manusia.
Alkitab
bersaksi bahwa Allah menerima, merangkul, mengakui, dan melibatkan
siapa pun dalam rencana-Nya tanpa memandang latar belakang mereka.
Bagaimana dengan kita?
MANUSIA MEMPERHITUNGKAN MASA LALU SESAMANYA;ALLAH MENGUBAH ORANG MENURUT KASIH KARUNIA-NYA! sumber: http://www.renunganharian.net/2014/58-desember/1252-empat-perempuan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar