Bacaan Alkitab Sore 01 Januari 2015: 2 Tawarikh 27:1-9
Ia
berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas
tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. (2 Tawarikh 27:8)
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1-3
David
Brainerd adalah misionaris pelopor pekabaran Injil bagi suku Indian
Amerika. Ketika usianya baru menginjak 29 tahun, ia menderita sakit
parah. Menjelang saat-saat terakhir hidupnya, ia berkata, “Mengapa
kereta-Nya tidak datang-datang juga? Saya sudah lama menantikan waktu
untuk memuji dan memuliakan Tuhan bersama para malaikat di surga.”
Usianya memang terhitung singkat, namun bagi Brainerd hal itu tidak
menjadi masalah sebab dalam sepanjang hidupnya ia telah melakukan yang
terbaik bagi Sang Raja.
Yotam
berumur 25 tahun saat ia menjadi raja menggantikan ayahnya, Uzia.
Alkitab mencatat bahwa sebagai raja di Yerusalem ia tidak
bersenang-senang saja menikmati kekuasaannya. Sebaliknya, ia bekerja
giat untuk Tuhan. Ia mendirikan banyak bangunan, mulai dari gerbang di
rumah Tuhan, kota-kota di pegunungan, benteng-benteng sampai banyak
menara. Sebagai penguasa, ia pun tidak memilih berdiam diri saja di
istana, melainkan ikut berperang melawan bani Amon. Hidupnya memang
terbilang singkat-hanya 41 tahun-tetapi selama itu ia berbuah banyak
bagi Allah. Kehadirannya di dunia ini benar-benar memberi dampak bagi
pemerintahannya.
Dari
pengalaman David Brainerd dan raja Yotam, kita belajar bahwa yang
penting bukan berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita hidup.
Apakah ada kualitasnya? Apakah ada manfaatnya bagi sesama? Apakah Allah
dimuliakan melalui kita? Mari kita, berapa pun usia kita, memasuki tahun
baru ini dengan semangat untuk hidup bagi kemuliaan-Nya!
UKURAN KEHIDUPAN BAGAIMANAPUN JUGA BUKAN BERAPA LAMANYA,
MELAINKAN APA SUMBANGAN YANG DIBERIKAN.
sumber: http://www.renunganharian.net/60-2015/januari/1262-meskipun-singkat.html
MELAINKAN APA SUMBANGAN YANG DIBERIKAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar