Bacaan Alkitab sore 16 Agustus: Matius 14
Allah
memberikan hati nurani kepada setiap orang. Bila suara hati nurani
diindahkan, manusia akan manjadi lebih bijaksana. Bila suara hati nurani
diabaikan, kita akan menjadi manusia yang bebal dan suara hati nurani
itu akan menghakimi kita. Dalam bacaan hari ini, jelas bahwa suara hati
nurani Raja Herodes telah menegaskan bahwa berita yang disampaikan oleh
Yohanes Pembaptis itu benar, walaupun menyakitkan. Oleh karena itu,
ketika dia memenuhi permintaan anak perempuan Herodias untuk memberikan
kepala Yohanes Pembaptis, Raja Herodes harus melawan hati nuraninya.
Akibatnya, hati nuraninya menghakimi dia dan membuat dia menjadi sedih (14:3-11).
Sikap Herodes itu bertentangan dengan sikap Tuhan Yesus. Ketika Tuhan
Yesus melihat orang banyak yang mencari Dia, hati-Nya tergerak oleh
belas kasihan sehingga Ia bertindak menyembuhkan orang sakit dan memberi
makan lima ribu laki-laki dewasa ditambah dengan perempuan dan
anak-anak (14:13-22).
Bila kita mau membuka mata dan
mendengarkan suara hati nurani kita, kita akan bisa melihat bahwa banyak
kebutuhan di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Akan
tetapi, bila kita terlalu memperhatikan kepentingan diri sendiri, mata
kita akan menjadi tertutup dan hati nurani kita akan kita abaikan. Ada
beberapa hal yang bisa menolong kita mengembangkan kepekaan untuk
melihat kebutuhan dan mendengarkan suara hati nurani:
Pertama, kita harus selalu mengingat bahwa Allah telah lebih dulu mengasihi kita tanpa persyaratan apa pun.
Kedua,
kita harus berdoa agar Allah mengaruniakan kepekaan untuk melihat
kebutuhan yang ada di sekitar kita dan Roh Kudus menolong kita untuk
mengikuti teladan Tuhan Yesus (Filipi 2:5-8).
Matius 14:14
“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/16/hati-nurani/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar