Kamis, 08 Agustus 2013
Mata ganti mata
Keadilan macam apa yang diperoleh dari hukum “mata ganti mata dan gigi ganti gigi”? Banyak orang akan buta dan ompong. Yesus mengajarkan hukum yang baru: mengasihi dan memberkati mereka yang menganiaya kita. Paulus turut menegaskannya: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (Roma 12:21). Mengapa? Kejahatan itu sampah. Orang yang berbuat jahat sedang memproduksi sampah, dan orang yang menyimpan dendam atas kejahatan orang lain menyimpan sampah itu. Keduanya sama-sama rugi.
Tidak ada cara untuk membersihkan diri dari sampah kejahatan yang busuk kecuali membuangnya. Caranya dengan mengampuni dan berbuat baik. Mengapa? Pengampunan dan perbuatan baik adalah anugerah ilahi, bukan karakter asli hasil usaha manusia. Ketika kita membiarkan anugerah ilahi pengampunan dan perbuatan baik itu bekerja dalam diri kita, luka batin kita akan dibebat dan disembuhkan Allah. Dan pada saat yang sama, kita sedang membuka kesempatan pintu pertobatan bagi si pelaku kejahatan. Mau mencoba membuktikan kebenarannya? Silakan!
SAMPAH BUKAN UNTUK DISIMPAN, MELAINKAN HARUS DIBUANG DAN DIBAKAR. KEJAHATAN JUGA PERLU DIGANTIKAN DENGAN PENGAMPUNAN DAN KEBAIKAN.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/08/mata-ganti-mata-2/
Diposting oleh
Ridon Jan Antoro
Label:
Saat Teduh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar