Bacaan Alkitab hari ini menandai dimulainya pandangan yang baru dari pihak ketiga murid Tuhan Yesus (Petrus, Yakobus, Yohanes) terhadap Guru mereka. Sebelumnya, mereka memang sudah terpesona ketika melihat pengajaran dan pelayanan Tuhan Yesus sehingga Rasul Petrus bisa mengungkapkan pengakuan, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Dalam bacaan hari ini, pengalaman menyaksikan Tuhan Yesus dalam kemuliaan-Nya bersama dengan Musa dan Elia membuat mereka jatuh tersungkur dan sangat ketakutan (17:6). Pastilah mereka saat itu merasa bahwa diri mereka hina dan tidak berarti.
Musa dan Elia adalah dua orang yang amat dihormati oleh orang Yahudi karena mereka berdua memiliki kedekatan yang istimewa dengan Allah. Musa sangat dihormati karena dialah pembawa hukum Taurat sedangkan Elia sangat dihormati karena Elia merupakan nabi besar yang dengan gagah berani melawan dan mengalahkan nabi-nabi Baal. Mereka adalah dua orang yang kuburnya tidak diketahui orang. Mungkin Tuhan sendiri yang mengurus penguburan Musa (Ulangan 34:5-6), sedangkan Elia langsung diangkat oleh Tuhan ke surga (2 Raja-raja 2:11). Penampakan kemuliaan Tuhan Yesus yang disertai oleh Musa dan Elia itu merupakan pengesahan atas pengakuan Rasul Petrus terhadap kemesiasan Tuhan Yesus. Hal ini diperkuat oleh Tuhan Allah sendiri (Matius 17:5).
Walaupun Tuhan Yesus telah menampakkan kemuliaan-Nya, Dia tetap melakukan pelayanan seperti biasa, yaitu menyembuhkan seorang anak yang kerasukan setan (17:14-18), bahkan Ia juga tetap menaati kewajiban membayar bea Bait Allah (17:24-27). Apakah posisi sosial Anda menjadi penghalang untuk tetap melayani Allah?
Matius 17:5
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/20/pengesahan-sang-mesias/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar