Bacaan Alkitab Pagi 19 Agustus 2013: Mazmur 111
Mazmur 111-113 disebut
sebagai mazmur haleluya. Masing-masing mazmur memiliki jenis sastra
yang berbeda. Namun, nuansa pujian terasa kental “haleluya!” Mazmur 111 adalah mazmur syukur. Dalam bahasa Ibrani, Mazmur 111 berciri
puisi akrostik. Yaitu, permulaan dari setiap baris secara berurutan
menggunakan susunan abjad Ibrani. Tentu, selain keindahan, bentuk
akrostik ini juga dimaksudkan agar para pelantun mazmur ini mudah
menghafal mazmur ini. Pemazmur ingin para pelantunnya benar-benar
menyadari mengapa perlu bersyukur kepada Tuhan.
Pemazmur
mengajak umat Tuhan sebagai sebuah komunitas yang beribadah bersyukur
kepada Tuhan karena karya-Nya yang besar dan ajaib sesuai dengan kasih
setia-Nya (2-4).
Kesetiaan-Nya pada perjanjian-Nya dipaparkan dalam tiga karya-Nya yang
luhur. Pertama, Tuhan telah membebaskan mereka dari belenggu perbudakan
Mesir (9). Kedua, sebagai umat yang merdeka dan berdaulat mereka dianugerahi tanah Kanaan sebagai tanah pusaka (6). Dalam wilayah kedaulatan itulah Allah memberikan hukum-hukum-Nya agar keadilan dan kebenaran ditegakkan (7-8). Dan ketiga, mereka dipelihara di tanah pusaka mereka dengan segala kebutuhan mereka dipenuhi (5).
Ajakan
bersyukur ini tidak berhenti hanya pada ucapan bibir dalam ritual
ibadah semata-mata. Rasa syukur harus diungkapkan dengan sikap menerima
karya Tuhan dan mewujudkannya dalam hidup keseharian umat Tuhan. Hidup
seperti apakah yang tepat untuk merespons segala kebaikan Tuhan? Hidup
kudus sesuai kekudusan nama Tuhan (9). Hidup adil dan benar sesuai keadilan dan kebenaran Tuhan (7-8). Hidup menjadi berkat bagi sesama, seperti Tuhan yang telah memberkati mereka dengan rezeki yang melimpah (5)! Sudahkah kita mewujudkan syukur kita kepada-Nya dengan hidup yang sedemikian?
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/19/perbuatan-allah-layak-disyukuri/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar