Banyak penentang kekristenan yang mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak pernah mengatakan bahwa diri-Nya adalah Allah. Pendapat tersebut salah karena cara mengungkapkan sesuatu dalam budaya yang berbeda bisa berbeda-beda. Bagi orang Yahudi, perkataan Tuhan Yesus, “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni”, merupakan suatu ungkapan yang mengandung makna bahwa Tuhan Yesus mengakui bahwa diri-Nya adalah Allah karena yang bisa mengampuni dosa hanya Allah saja. Hal itulah yang membuat beberapa orang ahli Taurat mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah menghujat Allah (9:2-3).
Wewenang Tuhan Yesus untuk mengampuni dosa—yang menunjukkan keilahian-Nya—dibuktikan melalui mujizat membuat orang lumpuh bisa bangun dan berjalan (9:2-7) bukan sekedar kesembuhan dari penyakit (Perhatikan bahwa orang yang sudah bertahun-tahun berbaring di tempat tidur tidak mungkin bisa langsung bangun dan berjalan saat orang tersebut sembuh dari penyakitnya. Oleh karena itu, penyembuhan ini merupakan suatu mujizat pemulihan).
Mujizat-mujizat lain yang terdapat dalam pasal ini—yaitu penyembuhan seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan saat menyentuh jubah Tuhan Yesus, pembangkitan anak seorang kepala rumah ibadat yang sudah mati, pencelikan mata dua orang buta, dan pengusiran setan dari seorang bisu sehingga orang bisu itu dapat berbicara—juga merupakan mujizat yang tidak dapat ditiru oleh seorang tabib/dokter serta memperjelas keilahian-Nya.
Matius 9:5-6“Manakah
lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan:
Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini
Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” —lalu berkatalah Ia kepada orang
lumpuh itu—: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke
rumahmu!”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/11/yesus-kristus-adalah-allah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar