Bacaan Alkitab Sore 7 April 2016: Yeremia 15:10-21
Apabila
aku bertemu dengan perkataanperkataan-Mu, maka aku menikmatinya;
firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku…
(Yeremia 15:16)
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 19-21
Semasa
kuliah, kecap menjadi pertanda bahwa saya sedang dalam krisis
finansial. Dompet mengempis dan uang untuk makan nyaris habis. Kecap pun
menjadi pilihan menu yang tepat. Cukuplah di atas sepiring nasi
diwarnai semburat kecap; tempe dan krupuk ikut memeriahkan santapan
saya. Meski menandai krisis, kecap melecutkan rasa senang, bukan karena
menyelamatkan saya dari lapar, tetapi juga karena saya menyukai rasanya
yang manis.
Hikayat
kecap itu membersitkan fakta, ternyata di masa-masa sulit kita masih
bisa menemukan pilihan yang menyukakan hati. Yeremia, ketika dalam
kesulitan, juga menemukan pilihan yang menyukakan hatinya, yakni firman
Tuhan. Kita pun bisa menemukan firman Tuhan yang memberi penghiburan,
kekuatan, dan hikmat ilahi. Firman Tuhan itu memberi kelegaan hati,
menerangi pikiran, dan meneguhkan iman kita. Sabda Tuhan tidak hanya
menyingkapkan sikap dan keputusan yang keliru, tetapi juga menyantuni
kita dengan kebenaran. Itulah rahasia di balik firman Tuhan yang menjadi
kegirangan dan kesukaan hati Yeremia.
Seperti
Yeremia, hari demi hari, kita seharusnya belajar menikmati firman,
sabda atau perkataan Tuhan, terlebih di saat melawan kesulitan dan
penderitaan. Firman Tuhan itu terang dan perisai yang memampukan kita
saat melewati lembah kekelaman sekalipun. Pagi ini, mari membuka Alkitab
kita, khusyuk membaca dan menikmati firman-Nya yang memberi kegirangan
dan yang menyukakan hati itu.
KIRANYA FIRMAN-NYA MEMBERI KITA KEGIRANGAN;
KIRANYA FIRMAN-NYA MEMBERI KITA KEKUATAN
KIRANYA FIRMAN-NYA MEMBERI KITA KEKUATAN
sumber: http://www.renunganharian.net/2016/76-april/1741-hikayat-kecap.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar