Bacaan Alkitab Sore 25 April 2016: Ulangan 6:1-25
Haruslah
engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang
dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun
(Ulangan 6:7)
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 9-11
Seorang
anak ketahuan sedang mencuri mangga tetangga. Tetangga sangat marah dan
berkata, “Awas, ya! Kamu masih kecil sudah berani mencuri. Akan saya
laporkan kepada bapakmu supaya kamu dihajar.” Tiba-tiba si anak menengok
ke atas pohon dan berteriak, “Pak, Bapak, cepat turun, kita ketahuan!”
Humor
itu mengingatkan saya pada pepatah lama: air cucuran atap jatuhnya ke
pelimbahan juga. Pada umumnya sifat seorang anak mengikuti teladan
orangtuanya.
Tuhan
memerintahkan bangsa Israel mengajarkan firman-Nya kepada anak-anak
mereka berulang-ulang dengan membicarakannya saat duduk di rumah, saat
dalam perjalanan, saat berbaring dan bangun. Pada setiap kesempatan
orangtua di dorong terus menerus mengajarkan firman kepada anak-anak
(ay. 7). Tentu Tuhan punya alasan kuat tentang perlunya mengajarkan
firman kepada anak sejak kecil. Firman Tuhan dipercaya sebagai sumber
norma atau nilai utama yang akan membentuk karakter anak.
Rasul
Paulus pun mengingatkan para bapak di jemaat Efesus, agar tidak
membangkitkan amarah di dalam hati anak-anak mereka. Sebaliknya, mereka
perlu mendidik anak-anak itu di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Ef.
6:4).
Karena
itu, jangan terburu-buru menyalahkan anak dan mengeluh melihat tingkah
anak kita. Kita dapat berintrospeksi, apakah ajaran dan contoh hidup
kita di depan anak-anak sudah selaras dengan firman-Nya? Berdoalah agar
mereka diubahkan melalui ajaran dan contoh tersebut.
AJARAN YANG DISERTAI DENGAN CONTOH HIDUP
AKAN MELEKAT KUAT DAN BERKESAN PADA ANAK-ANAK
AKAN MELEKAT KUAT DAN BERKESAN PADA ANAK-ANAK
sumber: http://www.renunganharian.net/2016/76-april/1759-lihat-bapaknya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar