Bacaan Alkitab Sore 10 April 2016: Pengkhotbah 3:1-15
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.(Pengkhotbah 3:1)
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 28-31
Ketika bepergian jarak jauh melewati jalan tol atau mengunjungi tempat wisata tertentu, di beberapa tempat kita akan menemukan Rest Area. Kita dapat memanfaatkan Rest Area
ini untuk berhenti sejenak, sekadar beristirahat, menyegarkan tubuh dan
memulihkan tenaga. Dampaknya sangat terasa karena kita akan dapat
melanjutkan perjalanan dengan kondisi lebih bugar.
Dalam
menjalani kehidupan ini, manusia memang membutuhkan istirahat.
Pengkhotbah menuliskan bahwa untuk segala sesuatu ada masanya. Ada
masanya seseorang bekerja, melayani Tuhan, atau menjalankan aktivitas
harian, tetapi ada masanya untuk beristirahat. Tidur hanyalah salah satu
cara untuk beristirahat. Masih banyak cara lainnya seperti jalan-jalan
ke mal, bersantai di pinggir pantai, menonton film di bioskop,
bertamasya dengan komunitas kawan dekat. Caranya boleh berbeda, tetapi
tujuan yang hendak dicapai kurang lebih sama, yakni kondisi fisik,
pikiran, dan hati menjadi lebih tenang dan segar.
Tubuh
manusia bukanlah mesin yang bisa dioperasikan terus menerus tanpa waktu
istirahat yang cukup. Masa istirahat yang memadai diperlukan oleh siapa
saja, sesibuk apa pun pekerjaan dan aktivitas kita. Pengkhotbah
mendorong kita “menikmati kesenangan dalam segala jerih payah” kita (ay.
13). Beristirahat memungkinkan hal itu. Tanpa beristirahat, kita dapat
menanggung dampak fatal: penurunan kekuatan dan kesehatan secara cepat.
Apakah kita cenderung mengabaikan pentingnya beristirahat? Luangkanlah waktu untuk beristirahat.
ISTIRAHAT ADALAH SEBENTUK PEMELIHARAAN ATAS TUBUH
SEHINGGA TUBUH DAPAT DIDAYAGUNAKAN UNTUK MEMULIAKAN TUHAN
SEHINGGA TUBUH DAPAT DIDAYAGUNAKAN UNTUK MEMULIAKAN TUHAN
sumber: http://www.renunganharian.net/2016/76-april/1744-rest-area.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar