Bacaan Alkitab Pagi 29 April 2016: Filipi 2:1-11
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," Filipi 2:5
Rasul Yohanes tak pernah lelah mengingatkan, "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6). Artinya kita orang Kristen atau pengikut Kristus adalah wajib hidup dengan meneladani Kristus.
Satu teladan yang telah Kristus tunjukkan adalah kerelaan-Nya berkorban bagi umat manusia. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
(Filipi 2:8). Kristus rela mati untuk semua orang. Ini adalah
kejadian yang bukan hanya langka, tapi hanya Dia yang bisa melakukannya,
yaitu mati untuk seluruh umat manusia di muka bumi. Pada saat Kristus
mau mati Ia tidak menunggu kita dan bertanya apakah kita mau bertobat
dan diselamatkan, tapi Yesus langsung melakukannya karena kasih. "...Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
(Roma 5:8). Saat berada di taman Getsemani, ketika waktu kematian-Nya
sudah sangat dekat, dari sisi manusia Yesus mengalami ketakutan yang
luar biasa hingga menyebabkan "Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah."
(Lukas 22:44b), namun Ia tidak memaksakan kehendak-Nya untuk melalukan
cawan murka itu melainkan tetap taat kepada kehendak Bapa. Ketika Yesus
berada di kayu salib "Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia,
dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: 'Hai Engkau yang mau
merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,
turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!' Demikian juga imam-imam
kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka
sendiri dan mereka berkata: 'Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya
sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mesias, Raja Israel itu,
turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya.' Bahkan kedua orang
yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga." (Markus 15:29-32).
Meski
diolok-olok, dihujat dan direndahkan Yesus tidak pernah menyerah di
tengah jalan, lalu turun dari salib. Tidak! Yesus tetap bertahan di
atas salib itu walaupun sesungguhnya Dia itu Mahakuasa, tapi tidak
memakai kuasa-Nya itu.
Yesus rela mati untuk menggenapi rencana Bapa demi keselamatan umat manusia!sumber: http://airhidupblog.blogspot.co.id/2016/04/teladan-tuhan-yesus-mati-bagi-umat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar