Bacaan Alkitab sore 13 Agustus 2013: Matius 11
Kegagalan
bangsa Israel untuk menaati Allah pada masa Perjanjian Lama telah
membuat mereka mengalami berbagai macam pengalaman pahit yang berpuncak
pada pembuangan di Babel. Setelah kembali dari pembuangan, kondisi
mereka tidak pernah bisa pulih secara utuh seperti pada masa
pemerintahan Raja Daud dan Raja Salomo. Mereka dijajah oleh berbagai
macam suku bangsa. Pada masa Perjanjian Baru, mereka dijajah oleh bangsa
Romawi. Kondisi yang merosot itu membuat bangsa Israel menantikan
datangnya Sang Mesias yang diyakini sebagai Pembebas dari penjajahan
bangsa asing, padahal Mesias yang dijanjikan Allah adalah Pembebas dari
penjajahan yang lebih dahsyat, yaitu penjajahan dosa.
Saat Yohanes Pembaptis mengutus
murid-murid-Nya untuk bertanya apakah Tuhan Yesus adalah Mesias yang
dijanjikan itu, Tuhan Yesus menjawab dengan mengemukakan peran Mesias
yang sesungguhnya, yaitu membuat orang buta melihat, orang lumpuh
berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati
bangkit, dan orang miskin mendengar kabar baik (11:5).
Keadaan buta, lumpuh, berpenyakit kusta, tuli, mati, dan miskin adalah
keadaan yang menyedihkan dan dihindari oleh manusia pada umumnya. Oleh
karena itu, jawaban Tuhan Yesus atas pertanyaan Yohanes Pembaptis itu
menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah sumber pengharapan bagi umat
manusia. Bagi Yohanes Pembaptis, jelas bahwa jawaban Tuhan Yesus ini
menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Dalam Matius 11:28-30, Tuhan Yesus memberikan undangan yang sifatnya universal (ditujukan kepada semua orang), bukan hanya bagi orang Israel saja.
Matius 11:28-29
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/13/mesias-yang-dijanjikan-allah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar